My Plant-Based Diet Journey

vegan burgers @ Burgreens

vegan burgers @ Burgreens

Ngapain sih jadi vegan? Makan, makan aja. Ngapain ribet jadi vegan. 

Yes, I was you.

Dulu, saya selalu menganggap orang vegan atau vegetarian adalah orang aneh. Kok makan cuma tumbuh-tumbuhan? Trus dapet nutrisinya darimana? Protein darimana? Omega-3 darimana? Belum lagi orang tua sempat gimana gitu waktu tau saya vegan. 

Selama dua puluh lima tahun menjadi manusia omnivora, akhirnya saya memutuskan untuk hanya memakan tumbuh-tumbuhan (plant-based).

Gara-gara nonton What The Health, saya langsung menyadari bahwa sebenarnya banyak yang salah dalam pola makanan saya. Tapi ada beberapa orang yang setelah nonton itu tetap makan daging. Katanya sih, kan Tuhan udah menciptakan sapi, ayam, kambing, babi, dan segalanya untuk dimakan. 

Well, it's their choice. I'm not going to argue with that. 

Saat saya memilih menjadi seorang vegan, saya fokus terhadap keuntungan yang akan saya dapatkan ketimbang apa yang saya tidak bisa makan lagi. Saya merasa sudah tercukupkan oleh makanan-makanan enak yang saya makan sebelumnya. Jika saya fokus terhadap apa yang tidak bisa saya makan lagi, saya juga tidak akan mau menjadi vegan. 

Selain What The Health, saya juga menonton The Cowspiracy. Film garapan Leonardo DiCaprio ini menceritakan tentang kenyataan dibalik industri animal agriculture. Yang saya pelajari dari film tersebut adalah tidak ada hal yang sustainable di dalam industri hewan ternak. Belum lagi konspirasi antara pemerintah dan perusahaan-perusahaan besar yang menyediakan produk hewani. Saya tidak bisa menyebut diri saya environmentalist jika saya masih makan daging, baik sapi, ayam, maupun babi. Setelah menonton The Cowspiracy, saya semakin semangat untuk menjadi seorang vegan.

Kemudian saya iseng menonton Food Choices di Netflix. Dalam film tersebut, dijelaskan secara detail apa saja yang bisa disebabkan ketika kita makan daging. Memang daging itu enak bangeettt (I miss nasi padang with bumbu rendang!), tapi setelah mengetahui hewan-hewan tersebut diberi antibiotik, tidak pernah kena sinar matahari, belum lagi mereka dijagal secara tidak manusiawi, saya semakin lega menjadi seorang vegan. Selama ini hewan dianggap sebagai sumber protein utama untuk manusia. Tapi apakah kamu pernah berpikir darimana hewan-hewan tersebut mendapatkan protein? Dari tumbuh-tumbuhan! Jadi jangan khawatir kekurangan protein ketika menjadi vegan.

Saya juga mempelajari bahwa plant-based diet sangat aman untuk anak kecil. Saya lega ketika mengetahui hal tersebut, karena selama ini saya takut jika plant-based food tidak akan mencukupi kebutuhan anak saya nanti. 

Nggak susah ya menjadi vegan di Indonesia?

Beberapa teman saya menanyakan hal ini. Ternyata enggak susah loh! Awalnya sempat bingung mau makan apa sehari-hari karena udah kebiasaan makan daging. Setelah menjadi vegan, saya tidak terlalu mementingkan rasa tapi lebih fokus terhadap nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Saya suka bikin tumis sayuran plus lauk yang mudah dibuat seperti tahu, jamur, tempe. Karena saya malas cuci piring, saya masak makanan sesederhana mungkin. Berikut adalah contoh menu makan saya selama dua minggu:

Winny Plant Based Menu.jpg

Pada tanggal 13-14 Januari 2018, saya pergi ke Bandung karena calon suami ulang tahun dan saya terpaksa makan gado-gado dua hari berturut-turut karena pilihan menu vegetarian di hotel terbatas. Menu vegetarian yang disajikan hanyaa gado-gado, sapo tahu, dan brokoli saus bechamel (mengandung keju). 

Mungkin tidak banyak tempat makan di Indonesia yang menyediakan menu vegan/vegetarian. Namun saya berhasil menemukan beberapa tempat makan yang menawarkan menu vegan/vegetarian seperti Burgreens, Loving Hut, Sushi Tei dan Remboelan. Semenjak saya vegan, teman-teman saya jarang mengajak saya makan keluar kecuali ada menu sayuran #resikomenjadivegan.

Perubahan apa yang signifikan?

Awal menjadi seorang vegan, badan saya sempat merasa lemas sekali. Mungkin karena porsi makan saya menjadi berkurang daripada biasanya. Jujur saja, porsi makan saya banyak banget nget nget. Setelah dua bulan menjadi vegan/vegetarian (yep, saya sempat tidak vegan karena waktu ulang tahun dikasih kue tart dari calon suami & teman. Kasihan kalo nggak dimakan. Untuk selanjutnya, tolong kasih saya kue vegan ya hahaha), calon suami bilang saya terlihat lebih kurus daripada biasanya. Waktu ketemu teman lama (terakhir kali ketemu 3 tahun lalu), saya juga dibilang kurus. Padahal saya lagi tidak rajin olahraga. Biasanya olahraga minimal 3x seminggu. Karena liburan, bisa olahraga seminggu sekali udah bersyukur. Saya terlihat lebih kurus tapi berat saya semakin naik. Sedih nggak sih? Hahaha. Berat saya 60 kg, tapi dibilang kurusan itu pujian yang sangat berarti bagi saya. Tahun lalu berat saya sekitar 57an tapi seperti 65 kg. 

Saya merasa badan saya menjadi lebih ringan dan lebih sehat. Apalagi saya menjadi vegan di saat banyak yang flu karena cuaca yang panas dingin. Biasanya, saya gampang banget tertular flu. Thanks God, saya merasakan sistem imun saya semakin baik.

Saya juga merasakan energi saya semakin baik. Saya pikir dengan makan tumbuh-tumbuhan aja, saya nggak bakal mampu olahraga seperti biasanya. Namun, saya tetap bisa beraktivitas seperti biasanya. Tahun lalu, saya nggak bisa side half-plank dan ketika saya kemarin mengikuti basic yoga, I'm amazed with myself. Saya bisa melakukan itu tanpa jatuh seperti biasanya dan saya mendapatkan energi tersebut dari tumbuh-tumbuhan!

Overall...

Menjadi vegan bukan tentang bagaimana mendapatkan umur panjang. Bagi saya, menjadi vegan adalah salah satu cara menyelamatkan bumi ini dan diri kita masing-masing. Saya tidak ingin waktu saya sudah tua, saya sakit parah dan merepotkan anak, cucu, atau saudara saya. Karena saya telah melihat beberapa orang yang menderita dan bagaimana susahnya menjalani kehidupan di saat itu baik untuk penderita maupun yang orang sehat. Papa saya menderita kanker, and it was one of the most miserable moment in my life. To see someone you really love suffered and you couldn't do anything about it. Rest in peace, papa. Seandainya saya mengetahui keuntungan menjadi vegan, mungkin papa saya tidak perlu menderita seperti itu. *tears*

Akhir kata, jika ingin menjadi vegan, jangan khawatir tidak mendapatkan nutrisi. Menjadi vegan (in the right way), akan meningkatkan jumlah nutrisi yang masuk ke dalam tubuh karena vegan cenderung memilih jenis makanan yang beragam. Semoga post ini bermanfaat!

Thank you reading this long post <3 <3 <3

Tips: Jika post saya menginspirasi kamu untuk menjadi vegan, jangan lupa minum suplemen vitamin B12 setiap hari!