A Year in A Review: 2017

IMG_9906.JPG

Sebentar lagi, 2017 akan berakhir. Rasanya cepat sekali 2017 ini berakhir. Seakan-akan baru kemarin saya membuat resolusi tahun 2017. Sekarang saya harus membuat resolusi tahun 2018. As we know, some resolutions are never crossed-off from the list. Meskipun begitu, saya tetap akan berusaha untuk meraih semua resolusi tahun depan. 

Saya suka membaca blog orang, dan saya menemukan blog post yang ditulis oleh mbak Muril berjudul Ide untuk berefleksi dan merencanakan tahun 2018. Di artikel tersebut ada beberapa pertanyaan yang saya pakai untuk merefleksi kehidupan saya selama 2017 (pertanyaan nomor 1-4). 

1. Apa highlight di tahun 2017?

Banyak momen yang menjadi highlight di tahun 2017 ini. Namun, yang paling berkesan di tahun ini adalah ketika sebagian resolusi yang kamu tulis untuk tahun 2017 banyak yang tercapai. Meskipun tidak semuanya tercapai, setidaknya saya lega karena beberapa resolusi yang saya tulis berhasil.

Tambahan highlight untuk tahun 2017: keputusan saya untuk menjadi seorang vegan

2. Apa yang terjadi di 2017 yang paling kamu syukuri?

Semua hal yang terjadi di tahun 2017 saya syukuri. Namun, saya sangat mensyukuri ketika saya bisa bertemu lagi dengan pacar saya setelah tujuh bulan tidak bertemu dan melihat dia kembali utuh. Saya bersyukur karena Tuhan selalu melindungi dia di setiap langkah selama pendidikan Kopassus dari bulan Maret hingga September. 

3. Apa yang ingin kita kembangkan di tahun 2018 dan bagaimana?

Perkembangan yang saya inginkan di tahun 2018 adalah skill memasak. Menjadi vegan membuat saya sering memasak dan membawa bekal. Namun, saya masih kesulitan untuk menemukan resep vegan yang cocok dan mudah dimasak.

4. Area mana yang kita mau fokuskan di 2018?

Banyak hal yang saya ingin untuk fokuskan, namun saya ingin mencoba untuk lebih mengurangi penggunaan plastik. Masih belum bisa zero waste, but it's okay. 

5. Apa yang akan kamu ceritakan kepada cucumu nanti?

Jika saya sudah memiliki cucu, saya akan cerita pengalaman saat saya pergi ke pulau Nusakambangan untuk menemui pacar setelah tujuh bulan tidak bertemu. Selain itu saya juga akan menceritakan proses lamaran ekspres yang direncanakan kurang dari lima hari. 

6. Tempat paling favorit yang dikunjungi di tahun 2017?

Saya beruntung sekali bisa mengunjungi Jepang di tahun 2017. Jepang merupakan tempat paling favorit yang saya kunjungi. Di Jepang saya bisa melihat hal-hal yang tidak ada di Indonesia, terutama kerapian orang Jepang. Dalam waktu dekat, saya akan share perjalanan saya saat ke Jepang. 

7. Buku atau film apakah yang mempengaruhi hidupmu?

Mulai tahun ini, saya sering mengedukasi diri saya sendiri melalui buku-buku yang saya baca atau film dokumentasi yang saya tonton. Buku yang paling mempengaruhi atau mengubah hidup saya adalah Overdressed: The Shockingly High Cost of Cheap Fashion, Wear No Evil, The Life-Changing Magic of Tidying Up, Spark Joy, No More Dirty Looks. Melalui buku-buku tersebut, saya banyak belajar tentang clean beauty, ethical fashion, dan bagaimana caranya untuk memiliki hidup yang clutter-free. Sedangkan film yang mengubah hidup saya adalah The True CostWhat The Health dan The Cowspiracy. Film-film ini wajib banget ditonton! 

8. Kebiasaan apa yang ingin kamu ubah di tahun 2018?

Procastinating! Saya memiliki kebiasaan buruk menunda pekerjaan, tapi anehnya hampir semua pekerjaan saya selalu selesai tepat waktu. 

9. Hidup seperti apa yang ingin kamu jalani sehari-hari di tahun 2018?

Hidup damai tanpa drama. Tapi apalah arti kehidupan apabila tanpa drama. Saya ingin bisa lebih rutin berolahraga supaya bisa seperti Kayla Itsines. Lol. Saya ingin bisa rutin membuat kaligrafi dan juga melukis.

10. Skill apa yang ingin kamu pelajari, perbaiki, atau kuasai?

Masih sama seperti sebelum-sebelumnya, saya ingin mengembangkan kemampuan calligraphy & melukis. Saya juga ingin mengembangkan kemampuan saya di dalam dunia blogging.