The Wedding Reception

ACS_0170.JPG

Setelah pemberkatan, kami mengadakan resepsi juga. Karena nikah sama tentara, jadi resepsinya agak beda dengan resepsi pernikahan pada umumnya. Ada prosesi pedang pora saat resepsi jika kamu menikah dengan tentara.

Anyway, sebelum cerita tentang resepsi. Saya akan cerita sedikit tentang proses menikah dengan tentara. Intinya sih ribet. Ribet banget. Hehehe. Prosesnya pun panjang banget. Dokumen yang diperlukan juga banyak, mulai dari SKCK (orang tua juga bikin ini), ijazah, dan segala macam dokumen. Jadi kami harus menyiapkan persyaratan untuk menikah militer, sipil, dan juga gereja.

Belum lagi ngurusin resepsi. Plus, saya nggak mau pake wedding organizer kecuali untuk hari H, because I’m very picky, practical, and rational (but I’m not perfectionist). Dan waktu persiapan pun kurang dari enam bulan. Belum lagi pengajuan nikah yang mengharuskan kami sering pulang pergi Serang-Jakarta (dan akhirnya keterusan sampai sekarang). Long story short, pusing banget ngurusin semua itu. Tapi apa sih yang enggak buat orang yang kamu cintai. Lol.

Dari pengalaman mempersiapkan wedding kemarin, ada beberapa tips yang bisa dibagikan:

  1. Relax

    Selalu usahakan untuk berpikir tenang. Sehari sebelum resepsi, kami melakukan spa supaya lebih relax di hotel.

  2. Minum air yang banyak

    Biar tetep sehat, terutama kulit. Jangan sampai kulit bride-to-be kering ;)

  3. Exercise

    Dulu saya rajin pilates & yoga biar badan ga cepet capek. Selain itu, pilates membantu banget untuk membentuk tubuh yang ideal.

  4. Use a planner

    Wedding planning takes a lot of energy. Oleh karena itu, untuk memudahkannya saya menggunakan buku wedding planner dari The Bride Dept, selain itu saya juga menggunakan aplikasi wedding planner (just type “wedding planner” on your appstore/playstore).


Reception Day

Karena resepsinya malam, jadi nggak perlu bangun pagi. Bangun tidur normal seperti biasanya kemudian sarapan. Karena menjelang resepsi, saya nggak mau makan aneh-aneh daripada nanti mules dan harus makan karena energi yang dibutuhkan sangat banyak. Namun, sebagai antisipasi, pastikan salah satu bridesmaid kamu selalu sedia obat supaya nggak mules.

Persiapan resepsi dimulai dari siang menjelang sore. Karena pakaianku adat jawa, jadi lebih rempong daripada pengantin dengan gaya modern karena harus pakai paes, dll. Beauty is absolutely a pain when you’re a javanese bride. Kalo cowok mah enak, pake jas aja udah cukup. Berhubung dia tentara, jadi suami pakai seragamnya.

ACS_0160.JPG

Ohya, yang namanya nikah itu selalu ada aja cobaan. Dua hari sebelum resepsi, kebaya saya dikirimlah sama desainernya. Kami ketemuan di bandara. Sampai di Surabaya, kebayanya mau dibagiin ke keluarga. Pas saya cek punya saya, lha kok jariknya nggak ada. Jeng jeng. Langsung panik. Ternyata ada miskomunikasi antara desainer dan asistennya. Untungnya, kami bisa menitipkan jarik saya ke kerabat suami saya keesokan harinya.

Back to reception… Resepsi ini lebih ke acaranya orang tua karena rata-rata tamunya dari teman orang tua semuanya. Untuk souvenir, kami memilih handuk dan reusable bag biar agak sustainable. Kemudian untuk dekor, saya suka dekor biasa aja tapi nggak lebay dan romantis. Banyak sih orang yang heran sama dekorasi pernikahan kami kemarin, “Gini aja?”. Yaaa gimana ya, emang sukanya yang sederhana. Namanya juga selera. Saya nggak suka sih dekor yang lebay, yang sampe mengubah ballroom menjadi hutan, belum lagi harus bayar minimal seratus juta hanya untuk dekor? It doesn’t make sense for me. Beruntungnya saya menemukan vendor dekor yang sesuai dengan keinginan saya dan ternyata pemiliknya adalah teman saya sendiri lho!

Karena saya vegan, tapi di pernikahan kami tidak ada makanan vegan jadi terpaksa saya cheating dulu sehari. Laper banget setelah resepsi selesai. Masa saya nggak makan makanan resepsi saya sendiri. LOL. Tapi cheatingnya cuma satu aja kok, saya makan salmon. Lupa nama makanannya apa.

Setelah selesai resepsi, kami balik ke hotel dan nggak bisa langsung tidur. Karena ada sanggul yang harus dikeramas dulu. Mungkin itu mandi terlama saya seumur hidup. Jam satu pagi baru selesai mandi itupun rambut masih belum bersih total.

After Reception

Setelah resepsi, langsung potong rambut dan pijet dikit-dikit. Jangan lupa untuk honeymoon setelah menikah. Nggak wajib sih. Sebenernya ngga ada rencana honeymoon di jadwal kami karena jadwal tentara tidak pasti. Untungnya suami mendapat libur cukup panjang, alhasil kami honeymoon ke Bali :)

Next post will be about some good stuff when I was in Bali <3


Vendor Details